Gadget

Review Haier Leisure L7

Mencoba merusak pasaran?
***

Meski berstatus “orang dalam”, saya tetap terkejut membaca berita peluncuran Haier Leisure L7. Ponsel yang dibanderol Rp 2.099.000 itu legit sekali spesifikasinya. Layar Full HD (1080×1920), Chipset Snapdragon 430, Ram 3GB, memori internal 32GB, Baterai 3000mAh FAST charging, kamera 13MP + 5MP (dua-duanya ditemani oleh led flash), Android-nya juga tidak kalah mentereng: 7.1.1 alias Nougat!

Oh iya, Jaringan 4G LTE-nya mendukung semua jenis kartu. GSM dan CDMA!!!

Menarik?

Sangat. Bahkan dengan harga sama, Xiaomi Redmi 4X harus sungkem, karena resolusi layarnya masih sebatas HD (720×1280).

Beneran bagus? Karena itu saya mencoba-nya langsung. Sudah sehari semalam unit demo Haier Leisure L7 menemani saya.

***

Kualitas Pengerjaan

Haier Leisure L7 berbahan logam dan plastik. Terasa kokoh ditangan. Pengerjaan juga terlihat rapi. Tidak ada kesan ringkih sama sekali. Tombol power dan volume yang letaknya di sisi kiri handphone pun memberikan umpan balik yang menyenangkan saat diklik. Empuk dan membalnya pas.

Warna hitamnya memikat. Bagian depan mengkilat sedangkan belakang matte pekat. Tiba-tiba saya kepingin banget warna hitam itu melekat di neng V3.

Namun, daya pikat itu berhenti sampai di sana. Secara kesuluruhan, desain L7 ini tidak istimewa. Meski layar depannya sudah menganut tren 2.5D yang sedikit melengkung. Tiga tombol utama (menu, home, dan back) diganti ikonnya, dan tidak pas dengan selera saya. Kudu-nya sih biarkan saja dia gelap, lalu beri led bila disentuh. Sayangnya tidak begitu. Tombol-tombol itu kontras dengan warna hitamnya dan tidak bisa menyala.

Display

Hape 2 juta layar Full HD 1080×1920, serius? Xiaomi Redmi 4X yang dijual dengan harga sama saja “cuma” sebatas HD 720×1280 resolusinya. Beneran nggak sih?

Bila di amati, layar Full HD-nya tidak begitu tajam. Kalah tajam dengan Oneplus X. Warna juga tidak begitu nge-jreng. Bahkan lebih pucat daripada vivo V3. Karena itu saya coba cek dengan cpu-z. Hasilnya?

Mengejutkan juga. Resolusi memang disebut 1080×1920, tapi kerapatan pikselnya bukan 401, hanya 160. Apaaa?

Mungkin cpu-z salah. Kemudian saya cek dengan aida64, hasilnya juga sama: 160. Waaa …

Agak membingungkan memang, tapi ini yang bisa saya katakan. Layar memang tidak setajam Oneplus, tapi sudut pandang luas, tingkat kecerahan juga memadai, serta responsif saat digunakan. Haier sih bilang teknologi layarnya dari JDI, yang menghasilkan pengalaman memandang yang jelas.

Performa

Jantung dari Haier Leisure L7 adalah Qualcomm Snapdragon 430. Seri 4 yang kini sedikit mengalahkan seri 615 dan 616. Rasanya? Gegas. Membuka aplikasi terasa instan. Apalagi Ram nya sudah standar kekinian: 3GB. Dari sisi pengolahan grafis, GPU Adreno 505 juga mampu menjalankan Asphalt Extreme dengan mudah. Tidak terasa lag sama sekali.

Bagaimana dengan performa GPS-nya. belum saya coba. Begitu juga dengan performa fingerpirnt. Pemindai sidik jari pada unit demo yang saya gunakan tidak berfungsi. Jadi saya tidak bisa mengabari seberapa cepat dan akurat fitur penambah keamanan itu. Kabar baiknya, posisinya pas, telunjuk saya tidak susah menjangkaunya.

Android Nougat 7.1.1

Haier Leisure L7 menjadi handphone pertama dengan Android Nougat yang saya coba. Rasanya? Masih lebih enak Lollipop-nya neng V3. Wkwkwk …

Selera sih memang. Funtouch OS vivo tidak untuk semua orang. Karena rasanya bukan lagi Android kalau kata para penentang. Kebalikan dari itu, Haier L7 ini benar-benar apa adanya. Minim aplikasi tambahan, dan tanpa laci aplikasi (app drawer). Rasanya memang smooth dan menyegarkan. Tapi seperti kurang polesan.

Contohnya pengaturan cepat. Ini bisa kita lakukan dengan cara menggeser jari dari atas layar ke bawah. Benar-benar dari atas saja bisanya, tidak bisa dari tengah ataupun dari mana saja. Vision UI-nya Hisense Pureshot bisa, MIUI-nya Xiaomi juga bisa. Efeknya, saya harus menggunakan dua tangan bila ingin menurunkan pengaturan cepat.

Split screen yang katanya menjadi bawaan dari Nougat juga tidak saya temukan di sini. Untungnya, fitur double tap to wake dan off ada. Selain itu ada juga gesture macam-macam untuk mengaktifkan aplikasi langsung dari kondisi layar padam.

Misalnya, kita memotret, dalam keadaan layar padam cukup membuat garis dari atas ke bawah, maka aplikasi kamera siap digunakan. Begitu juga dengan geser kanan, geser kiri, geser atas. Atau membuat huruf C, O, W, E untuk mengkatifkan aplikasi atau pengaturan apapun.

Memudahkan sih, sayangnya … saya tidak menemukan pilihan “none” atau “tidak melakukan apa-apa” pada gerakan-gerakan tadi. Pengaruhnya? L7 kadang suka aktif sendiri saat berada di kantong, meski layar sudah saya kunci.

Kalau sudah begitu, saya mengakalinya dengan tidak memilih “unlock” pada gerakan geser ke atas, saya ganti dengan pilihan yang lain. Harapannya sih akan ada tambahan pada pembaruan software nanti-nya.

Kamera

Dengan resolusi 13MP + dual Led Flash sebagai kamera utama, dan 5MP+ flash sebagai kamera selfie, Haier Leisure L7 mencoba peruntungan. Kombo itu memang tidak lagi wow sih. Sekarang era-nya 3 kamera. Entah dua belakang satu depan, atau sebaliknya dua di depan satu dibelakang. Tapi, ya dengan harga dua juta, jangan juga berharap lebih sih.

Setelah menggunakan untuk berbagai kondisi, dapat saya simpulkan: kamera bukan kekuatan dari Haier. Fokusnya cepat sih, mode-nya juga bermacam sih, cuma … kontrol-nya kurang. Tidak ada pilihan manual atau pro atau apapun sebutannya itu. Intinya tidak bisa mengatur shutter speed. Untungnya ISO bisa diatur, dari 100 sampai 1600.

Bila ditanya, berapa bukaan lensa-nya? f/2.0 untuk kamera belakang dan f/2.4 untuk di depan. Lumayan juga sebenarnya. Bisa membuat latar belakang sedikit blur, alias bokeh.

Untuk hasilnya silahkan dinilai sendiri kang.

Baterai

Ini yang saya tidak menyangka. Harga dua juta mampu quick charging? Qualcomm 3.0 lagi. Hmmm, kenyataan begitu sih. Baterai Lithium Polymer berkapasitas 3000mAh mampu di isi hingga >90% hanya dalam waktu 1 jam. Dari kondisi 20% sampai >50% hanya butuh 30 menit. Menyenangkan!

Untuk stamina sendiri saya belum bisa memastikan. Karena belum saya jadikan handphone sehari-hari. Setidaknya sih, bisa lebih tenang dengan adanya fitur quick charging tadi.

Audio dan telepon

Ini juga yang tidak saya duga. DTS audio pada Haier Leisure L7 ini bukan sekadar iming-iming. Keluaran suara dari pengeras suara terasa nyaring dan bersih. Begitu juga keluaran suara bila memakai eraphone: bersih, soundstage lega, hangat. Maksudnya, Co-donguri Shizuku keluaran suaranya terasa lebih warm, bass-nya ngangkat tanpa perlu beleber. Rasanya lebih enak mendengarkan Rossa dengan L7 ini bila dibandingkan dengan neng V3 yang bahkan memiliki DAC tersendiri!

Untuk urusan telepon juga tidak ada kendala. Keluaran suara bersih dan jelas. Jadi, L7 ini benar-benar bisa diandalkan.

Simpulan

Menurut saya Haier Leisure L7 ini cocok banget buat mereka yang lebih mementingkan harga dan performa dibandingkan dengan daya tarik visual. Kalau memang niatnya dipakai buat kerja, atau senangnya browsing, main game sambil dengerin musik, Haier L7 ini bisa masuk dalam daftar perbandingan. Tapi, bila lebih suka foto ini foto itu, selfie sini selfie sana, mejeng sana mejeng sini, maka Haier L7 tidak saya sarankan untung masuk dalam daftar incaran.

Garansi

Haier memberikan waktu garansi yang lebih lama dari biasanya 18 bulan. Di mana service centernya? Setahu saya di Jakarta ada di Roxy, di jajaran ruko-ruko. Selain itu, karena ini didistribusikan lewat Datascrip, maka mengikuti jaringan service Datascrip juga.

***

Ringkasnya, Haier Leisure L7 begini:

Kelebihan

  • Kualitas pengerjaan sangat baik. Kokoh.
  • Audio bersih, staging luas dan nuansa bass-nya dapet.
  • Quick Charging 3.0 yang dapat diandalkan.
  • Tidak banyak aplikasi bawaan.
  • Performa bagus, memori internal lega.

Kekurangan

  • Desain yang terlalu biasa.
  • Software perlu polesan lagi.
  • Display Full HD yang kurang tajam dan cerah.

***

Spesifikasi Haier Leisure L7

Ukuran 140 x 70 x 7.8 mm Berat 135g
Harga Rp 2.099.000
Network LTE, GSM & UMTS
Dual Sim YES, Hybrid
Micro SDHC Yes, up to 128GB
Memory ROM 32GB, RAM 3GB
Display 5.5″; IPS, LCD Captive touchscreen
OS Android 7.1 Nougat
Chipset Qualcomm Snapdragon 430 MSM8973 CPU Octacore 1.4Ghz
Camera 13 megapixels LED flash and AF Rear camera ; 5 Megapixels front camera LED flash
Bluetooth BT v4.0 A2DP Profile
GPS GPS/A-GPS
Color Option GOLD, GREY, SILVER & ROSE GOLD
Battery 3000 mAh Non Removeable Lithium-Polymer
WiFi Wi-Fi 802.11b/g/n, Wi-Fi Direct
***

Catatan

Haier Leisure L7 yang saya review adalah demo unit, berwarna hitam, katanya untuk batch pertama warna emas yang akan dikeluarkan terlebih dahulu. (Akan tersedia juga warna perak dan pink).

 

salam,

diki septerian

 

Iklan

14 tanggapan untuk “Review Haier Leisure L7”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.