Gadget

Review dbE HF18

Lebih murah dan lebih bagus daripada Xiaomi Mi In-Ear.

***

Tidak semua senang dengan headphone besar macam Over Ear atau On Ear. Tidak juga semua senang headphone model mungil jenis In Ear. Tetap ada penikmat headphone model Earbuds biasa. Handsfree bahasa jaman dulunya.

Karena memang earbuds paling sering menjadi paket pembelian handphone. Kelebihannya ada di microphone. Ia bisa digunakan juga untuk bertelepon-telepon ria. Kelemahannya …. biasanya kualitas pengerjaan ala kadarnya, keluaran suara juga seadanya. Yang penting bunyi. Kira-kira begitulah.

Namun, jangan salah. Banyak yang bahagia dibuatnya. Selama perjalanan saya ke kantor menggunakan kereta, earphone bawaan masih mendominasi. Entah alasannya apa, kalau mereka sudah mencoba dbE HF18 ceritanya mungkin lain.

***

dbE HF18 berhasil membuat saya terkejut. Keluaran suara earbuds seharga Rp 180.000 ini plong, bulat, nyaring, dan bening. Itu kesan pertama saya ketika audisi di headfoniastore. Kemudian saya membandingkannya dengan Mi In-Ear yang harganya sedikit lebih mahal. Rasanya? Mi In-ear kalah di separasi instrumen. dbE HF18 lebih baik dalam mempresentasikan segala instrumen yang dimainkan. Juga terasa lebih bersih.

Kualitas pengerjaanya juga patut diacungi jempol. Housingnya dari logam, bukan plastik yang dimirip-miripin logam seperti Mi In ear. Kabelnya ada dua bagian, satu model karet biasa, satu lagi model setrikaan yang rasanya anti kusut. Colokkan 3.5mm belum berbentuk L, masih langsam sebagaimana Mi In ear. Di bagian tengah ada microphone yang ditemani dengan tombol on off, dan pengaturan volume.  Tombol-tombol itu enak di sentuh dan memberi respon yang baik.

Mi In Ear kalah telak dong kalau begini?

Tidak juga. dbE HF18 tetap khas earbuds yang kurang baik mengisolasi kebisingan. Kita harus menaikkan volume bila tetap ingin mendengarkan musik di keramaian. Dengan dbE saya harus menaikkan volume hingga 75% baru bisa dinikmati di tempat ramai.

Kalau memang OKE, buat apa saya beli headphone yang lebih mahal?

dbE HF18 memang oke, dan saya merekomendasikan buat siapapun yang ingin upgrade tapi budget terbatas. Atau memang sengaja membatasi. Sayangnya, dbE HF18 tidak istimewa. Saya kehilangan kedalaman, keluasan dan keintiman dari album Platinum nya Rossa sebagaimana biasa saya dengarkan dengan Co-Donguri Shizuku. Vokal terasa boxy, bass tidak bertenaga, dan trebel pas-pasan.

***

dbE HF18 tetap produk yang menarik. Utamanya karena harga lebih murah, kualitas pengerjaan dan keluaran suaranya lebih bagus daripada Xiaomi Mi In ear yang sempat menjadi teman setia saya. Meski begitu, jangan berharap mendapatkan kualitas suara dari Co-Donguri Shizuku, ataupun Zero Audio Carbo Mezzo.

Iklan

6 tanggapan untuk “Review dbE HF18”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.